Di dalam surat Al Mukminun ayat 41 Allah Ta’ala berfirman:

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّ فَجَعَلْنَاهُمْ غُثَاءً ۚ فَبُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ 

“Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.

Dengan sebab suara Allah bisa binasakan manusia. Demikianlah kelemahan manusia. Manusia yang seperti ini sifatnya dia benar-benar merasakan butuh sesuatu yang menyelamatkan dirinya dari segala kemungkinan bahaya. Meskipun begitu, terkadang mereka keliru di dalam mencari jalan keselamatan. Seperti orang-orang musyrik, mereka tidak tahu bahwa tauhid, risalah Allah, wahyu, petunjuk para Nabi, itulah yang akan membuat mereka selamat. Sebagaimana diterangkan dalam Al Qur’an surat Taahaa ayat 123-124 :

فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿١٢٣﴾ وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ ﴿١٢٤

…lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (123) Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (124)

Maka, jalan keselamatan itu sudah ditunjukkan oleh Allah Ta’ala dan dijelaskan oleh para Rasul ‘alaihimushsholatu wassalam. Jika kita mau mengikuti jalan mereka (para Rasul), kita akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.

Demikianlah sedikit nasehat para ulama tentang jalan yang mengantarkan kita pada keselamatan. Untuk selengkapnya silakan unduh dan dengarkan kembali rekaman dari kajian live bersama Ustadz Nafi’ Zainuddin, Lc dengan tema “Jalan yang Selamat”. Semoga bermanfaat.

 

Ustadz Nafi Zainuddin – Jalan yang Selamat