dan ingatlah ketika nabi ibrahim beribadah kepada Allah:
“Ya alah jadikanlah keamanan untuk negeri ini”

Q.S. Ibrohim: 35

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Siapa yang pagi hari dalam kondisi aman jiwanya, sehat raganya, dan dia punya bahan makanan cukup di hari itu, seolah-olah dunia telah dikumpulkan untuknya.”

H.R. Tirmidzi 2346, Ibn Majah 4280, dan dihasankan al-Albani

Dalam hadits tersebut menejelaskan bahwa nikmat aman lebih dibutuhkan dibandingkan nikmat harta.

Seorang muslim diperintahkan untuk menciptakan sebuah kedamaian, tidak boleh membuat kerusuhan/kekacauan. Janganlah seseorang memerintahkan orang lain untuk berpindah dari tempat duduknya, namun mintalah sebuah kelausan.

Rasulullah memberikan contoh sederhana:
“Janganlah di antara kamu kencing di lubang, karena sesungguhnya lubang-lubang itu adalah tempat tinggalnya bangsa jin”
ini menjelaskan bahwa manusia pun dilarang menganiaya jin.
(HR. Ahmad 19847, Nasai 34, Abu Daud 29, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)

BAGAIMANA SIKAP YANG BENAR/MULIA BAGI SETIAP MUKMIN KETIKA MENGHADAPI FITNAH?

Dalam makna mengandung 2 hakikat fitnah:
fitnah berbentuk syubhat dan fitnah berbentuk syahwat.

Yang dimaksud dengan fitnah syahwat adalah fitnah yang memiliki dampat kemaksiatan. Sedangkan fitnah syubhat adalah fitnah yang menimbulkan kesesatan.

Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“bersegeralah kalian kepada amal (jangan menunda-nunda),

fitnah bagaikan potongan malam yang gelap gulita, yang menyebabkan seseorang yang paginya beriman sorenya kafir, dan yang sorenya beriman dan paginya kafir. Itu semua bisa disebabkan karena penyakit wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati.

Rasulullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
suatu ketika beliau bangun malam, lalu membangunkan keluarganya untuk qiyamul lail, lalu bertanya “Apakah kalian melihat apa yang aku lihat di malam ini?”
Maka keluarganya mengatakan “tidak tahu apa”
Beliau kemudian mengatakan “sesungguhnya fitnah turun dari langit di sela-sela rumah kalian bagaikan turunnya hujan di tengah-tengah kalian.”

Hadits tersebut memiliki makna:
1. fitnah itu umum, bagaikan hujan yang umum.
2. 2. hujan terkadang rintik-rintik, terkadang deras, begitu juga fitnah terkadang besar dan terkadang kecil.
rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam”
sesungguhnya di antara engkau dan fitnah itu adalah pintunya (ketika umar bin khattab meninggal).
muncul fitnah terbunuhnya utsman bin affan, ali bin abi thalib, dll.

Rincian fitnah yang kana terjadi pada umat Islam:
1. banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh umat ini terhadap aturan-aturan Allah.
2. karena pada zaman ini, para ulama meninggal, dihalalkannya musik zina khamr sutra, dan banyak sekali kemaksitan yang dilakukan oleh umat sekarang ini.
3. orang masuk kategori yang menghalalkan zina:
a. muncul generasi yang tidak peduli dengan tindakan zina
b. adanya lokalisasi perzinaan
4. perkara yang Rasulullah minta agar tidak menimpa umatnya:
a. Tidaklah perzinahan tersebar pada suatu kaum, kecuali Allah akan menurunkan penyakit to’un (kulit), dan penyakit yang belum pernah ada sebelujmnya. Perzinahan akan memutuskan kehidupan manusia.
b. Kemaksiatan yang akan dilakukan oleh umat ini adalah bentuk kezhaliman (yang memasyarakatan) seperti mengurangi timbangan ketika melakukan jual-beli.
c. orang yang tidak menzakatkan hartanya, ini sebab munculnya pencurian dan penipuan atas dosa dari pemilik harta.

Salah satu fitnah juga adalah munculnya tokoh-tokoh yang menyesatkan umat.
“sesungguhnya di antara perkara yang paling aku takuti dari kalian adalah pemimpin (tokoh-tokoh) yang mneyesatkan.”

Beliau memaparkan tentang tokoh-tokoh yang menyesatkan:
1. Orang yang sholeh rajin beribadah tapi bodoh dalam masalah ilmu agama.
2. Orang yang berilmu tapi fajir/fasik/
3. Pemimpin yang zhalim

“Benar-benar kalian akan melihat perkara-perkara yang kalian tidak senangi, dari para pemimpin kalian (kebijakan, sikap, dsb), Maka sabarlah kalian hingga kalian bertemu aku di Haudku.

H.R. Al Bukhari

“Siapa yang hidup setelahku, maka dia kan melihat perselihan yang banya, maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnahku, Sunnah para khalafaur rasyidin, ikatlah dengan gigi geraham kalian.”

“Barangsiapa yang membunuh orang kafir yang dalam perjanjian dengan pemimpin muslim, maka ia tidak akan mendapatkan wanginya surga.”

Tidak semua yang berniat jihad akan masuk surga, karena tidak mengetahui tentang sasaran yang sebenarnya.

Para ulama mengatakan fitnah syubhat (penyimpangan/kesesatan) lebih parah dibandingkan dengan fitnah syahwat. Untuk itu kita tidak boleh memahami Islam sepotong-potong,

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki pada kebikan, maka Allah kan fahamkan dia dalam masalah agama.”

1. penyebab munculnya pemimpin yang zhalim adalah disebabkan dosa-dosa kita
2. kita diperintahkan untuk menasehati dengan cara sembunyi-sembunyi.

SOLUSI KETIKA MENGHADAPI FITNAH
1. Mencari tau apa yang kita dengar, maka akan menyebabkan seseorang bertindak sebelum mengetahui kebenarannya.
2. Hari ini perlu dengan kelembutan, karena sesautu yang lembut akan menciptakan sesuatu yang indah.
3. Sabar dan tidak tergesa-gesa.


Itu adalah sedikit ringkasan kajian akbar Ustadz Abu Qatadah dengan tema Menghadapi Fitnah Akhir Zaman. Kajian ini bertempat di Masjid Raya Darul Amal, Kota Salatiga pada hari Ahad pagi, 7 Shafar 1441 H / 6 Oktober 2019. Untuk lebih lengkapnya silakan simak video di bawah ini.