Qurrota A’yun Bagikan 1.041 Liter Minyak Goreng kepada Jamaah

SALATIGA — Majelis Taklim Muslimah Qurrota A’yun kembali menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan manfaat secara ruhani, tetapi juga menyentuh kebutuhan sehari-hari para jamaah. Pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebanyak 1.041 liter minyak goreng dibagikan kepada 1.041 jamaah yang hadir dalam kegiatan pengajian.

Pembagian minyak goreng tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada para jamaah, khususnya para ibu, di tengah kondisi ekonomi yang membuat kebutuhan rumah tangga semakin membutuhkan perhatian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan ilmu dan siraman ruhani, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk saling membantu dan menguatkan.

seorang ibu tua menerima minyak dari fasilitator qurrota a'yun

Tidak Hanya Siraman Ruhani, Tetapi Juga Membantu Kebutuhan Sehari-hari

Kepala Divisi Dakwah & Sosial BASS (Yayasan Hati Beriman), Bapak Suhariyono, menyampaikan bahwa semangat yang dibangun di Majelis Taklim Muslimah Qurrota A’yun tidak berhenti pada kegiatan pengajian.

“Semangat di Majelis Taklim Muslimah Qurrota A’yun ini tidak hanya memberikan siraman ruhani atau pengajian saja, tetapi juga berusaha untuk membantu ibu-ibu agar bisa mencukupi kebutuhan dapurnya di tengah kondisi ekonomi yang sedang berat seperti sekarang ini.”

Menurutnya, kegiatan berbagi seperti pembagian minyak goreng tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi jamaah. Sebanyak 1.041 jamaah yang hadir dalam pengajian mendapatkan masing-masing bantuan minyak goreng, dengan total 1.041 liter yang dibagikan. Minyak goreng sendiri merupakan salah satu kebutuhan dapur yang digunakan hampir setiap hari. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan rumah tangga para jamaah.

kerumunan ibu-ibu antri mendapatkan minyak goreng dari mtm qa

Menguatkan Dakwah dengan Kepedulian

Bagi BASS (Yayasan Hati Beriman), dakwah tidak hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga bagaimana menghadirkan manfaat di tengah masyarakat. Majelis ilmu menjadi tempat untuk mendapatkan bekal bagi kehidupan akhirat, sementara kepedulian sosial menjadi salah satu bentuk nyata untuk membantu kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, para jamaah tidak hanya pulang membawa bekal ilmu dari pengajian, tetapi juga membawa manfaat yang dapat dirasakan di rumah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Sesuatu yang sederhana, seperti minyak goreng untuk kebutuhan dapur, dapat menjadi sangat berarti ketika diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

BASS berharap semangat berbagi dan saling menguatkan seperti ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Semoga setiap liter minyak yang dibagikan menjadi manfaat bagi para jamaah dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kebaikan ini.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.